Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang AKP Ikhsan Rangga. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Tarif Parkir 'Sultan' Tanah Abang Tembus Rp100 Ribu, Polisi Bertindak
Aris Setya • 16 February 2026 17:52
Jakarta: Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan, kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak heboh pada Senin siang, 16 Februari 2026. Seorang juru parkir liar tampak emosi saat diamankan oleh petugas Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang di kawasan Blok G.
Sementara, rekan-rekannya yang lain mendadak "hilang" dari pandangan. Kabur secepat kilat meninggalkan atribut mereka demi menghindari kejaran petugas yang tengah membersihkan praktik premanisme berkedok parkir liar.
"Menjelang Ramadan ini banyak sekali keluhan masyarakat terkait banyaknya pematokan tarif biaya parkir seiring membeludaknya pengunjung-pengunjung di area sekitar Pasar Tanah Abang," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang AKP Ikhsan Rangga di Jakarta Pusat, Senin, 16 Februari 2026.
Langkah petugas tidak berhenti di Blok G saja. Razia terus menyisir hingga ke putaran Jalan KH Mas Mansyur yang menjadi titik krusial di sekitar Blok A. Di sana, polisi kembali "memanen" dua orang pak ogah yang kerap menguasai putaran jalan.
Meski beberapa pelaku sempat mencoba berkamuflase dengan berpura-pura menjadi pengunjung pasar. Kejelian tim buser di lapangan berhasil mengendus keberadaan mereka.
Aksi para preman ini memang sudah melampaui batas kewajaran. Memanfaatkan euforia masyarakat yang memadati pusat grosir terbesar di Asia Tenggara tersebut untuk belanja Ramadan, mereka nekat mematok harga fantastis.
Tarif parkir dipatok mulai dari Rp30 ribu untuk kendaraan roda dua, hingga mencapai Rp100 ribu untuk kendaraan roda empat. Sebuah nominal yang lebih mirip biaya sewa ruang daripada sekadar biaya parkir.
"Para juru parkir liar ini sengaja memasang harga tarif yang kurang lebih 50 hingga 100 ribu untuk biaya parkir kendaraan roda 4 maupun roda 2," ungkap Ikhsan.
Total empat orang jukir liar berhasil diringkus dan digelandang ke Mapolsek Metro Tanah Abang. Mereka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah mencederai kenyamanan publik.
Polisi kini tengah mendalami keterangan para pelaku untuk membongkar apakah ada "tangan kuat" atau koordinator di balik layar yang menggerakkan aksi pemerasan ini secara masif.

Seorang juru parkir liar tampak emosi saat diamankan oleh petugas Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang di kawasan Blok G. Foto: Metro TV/Aris Setya.
"Total hari ini kita mengamankan kurang lebih empat orang juru parkir liar yang sengaja memang mematok tarif-tarif yang cukup tinggi untuk pengunjung-pengunjung di sekitar wilayah Tanah Abang sehingga banyaknya keluhan yang disampaikan oleh masyarakat," sebut Ikhsan.
Pihak Polres Metro Tanah Abang menegaskan bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi praktik premanisme. Masyarakat dan pengunjung pun diimbau untuk tidak takut bersuara.
Jika menemukan praktik serupa, warga diminta segera melapor agar Tanah Abang tetap menjadi tempat belanja yang aman dan ramah di kantong, tanpa bayang-bayang pungutan liar.