Ini Sketsa 2 Terduga Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiawan

2 September 2026 16:29

Jakarta: Polda Metro Jaya memburu dua terduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan seorang warga bernama Bambang Setiawan meninggal dunia dalam kerusuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026. Polisi telah mengantongi ciri-ciri kedua terduga pelaku dan membuat sketsa wajah berdasarkan keterangan saksi serta rekaman CCTV.

"Berdasarkan keterangan saksi didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital, didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 2 September 2026.

Iman menjelaskan kedua terduga pelaku merupakan laki-laki yang diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun. Terduga pelaku pertama memiliki ciri wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata hitam, serta kulit cokelat.

Sementara itu, terduga pelaku kedua memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta berkumis dan berjanggut. Terduga kedua juga memiliki bola mata hitam dan warna kulit cokelat.

"Terduga 2, bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, terdapat kumis dan janggut, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat," ujar Iman.

Periksa 14 saksi


Penyidik telah memeriksa 14 orang saksi untuk mengungkap peristiwa pengeroyokan tersebut. Polisi juga melakukan pemeriksaan serta uji laboratorium terhadap sejumlah rekaman CCTV dan video yang berkaitan dengan kejadian.

"Kami juga, penyidik telah melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap video dan beberapa titik CCTV maupun video-video atau konten-konten yang ada di media sosial yang diduga terkait peristiwa hukum," ungkapnya.

"Saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," tambah Iman. (M. Azri Arifin)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X