Polisi Amankan 65 Orang Terduga Pelaku Perusuhan di Depan Gedung DPR

28 August 2026 08:35

Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang terduga pelaku perusuhan dalam aksi penyampaian aspirasi di depan komplek Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sebanyak 63 di antaranya ditangani oleh bagian kriminal umum (Krimun). Sedangkan dua orang lagi ditangani oleh bagian siber. 

Selain mengalamankan puluhan orang, polisi juga menemukan sejumlah senjata tajam yang dibawa oleh pelaku, di antaranya satu bilah golok, bom molotov, serta botol yang diduga digunakan untuk memicu keributan saat aksi berlangsung. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan jika pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam kerusuhan penyampaian aspirasi di depan gedung DPR kemarin. Baik tindakan pelemparan, pengrusakan pagar hingga pembakaran di sekitar kawasan gedung DPR.

"Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan, baik itu dari TNI, dari Polri, termasuk secara konvensional ataupun secara digital. Ah, kita melakukan tadi juga konferensi pers, ada 65 orang yang diamankan. Beberapa benda berbahaya juga kita amankan, seperti bom molotov, botol yang digunakan untuk membuat keributan ataupun mengganggu situasi kamtibmas. Ini ya tentunya menimbulkan rasa kekhawatiran di masyarakat, khususnya wilayah DKI," ujar Budi, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Jumat, 28 Agustus 2026. 

Baca Juga :

 

Data kerusakan fasilitas umum


Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga akan mendata kerusakan fasilitas umum yang dilakukan kelompok perusuh di depan Gedung DPR. Pihak Kepolisian menekankan, tindakan perusakan tersebut dapat berdampak terhadap aktivitas dan pelayanan masyarakat.
 
"Kami belum mendapat data pasti, tapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada," kata Budi, dilansir dari Antara, Jumat, 28 Agustus 2026. 

Budi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada kerusakan pada fasilitas transportasi umum maupun fasilitas lainnya di sekitar lokasi. Sebab, proses pendataan masih berjalan. 

Demi mengantisipasi gangguan keamanan lebih lanjut, polisi juga sempat menerapkan rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR, serta ruas jalan tol menuju lokasi.

Arus lalu lintas dipastikan kembali dinormalisasi secara bertahap begitu situasi dinyatakan aman sepenuhnya. Polisi mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di Jakarta.

(Lutfia Azzahra)
 

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X